Operator Sekuen (Pertemuan Ke-3)

PERNYATAAN MASUKAN DAN KELUARAN

Dalam bahasa pemrograman Java, kita akan menggunakan pernyataan masukan dan keluaran. Pernyataan masukan adalah pernyataan untuk mendapatkan masukan dari keyboard. Sedangkan pernyataan keluaran adalah pernyataan untuk menampilkan sesuatu nilai ke layar.

KOMPONEN KELUARAN

  • Untuk menampilkan ke layar secara tekstual, java mempunyai fasilitas output, yaitu dengan perintah:
  • System.out.print( hal yang akan ditampilkan, bisa lebih dari satu);
  • untuk menampilkan ke layar dan setelah selesai tidak berpindah baris. Akibatnya perintah keluaran berikutnya akan ditampilkan pada baris yang sama.
  • System.out.println(hal yang akan ditampilkan, bisa lebih dari satu);
  • untuk menampilkan ke layar dan setelah selesai berpindah baris. Akibatnya perintah keluaran setelah itu akan ditampilkan pada baris berikutnya.
  • System.out.println
  •     ("Hasil penjumlahan "+hasil);
  •     //menampilkan isi variabel hasil
KOMPONEN MASUKAN

Untuk memasukkan sebuah nilai ke variabel yang sudah didefinisikan digunakan kelas Scanner (kelas ini disediakan mulai Java versi 1.5).

  1. Input data bertipe Integer
    Untuk menginputkan data dengan tipe integer digunakan method nextInt di dalam kelas Scanner.


     
  2. Input data bertipe
    Untuk menginputkan data dengan tipe String digunakan method nextLine di dalam kelas Scanner.

    Input tipe yang lain

    Untuk input data dari keyboard dengan tipe yang lain dan disediakan oleh kelas Scannr adalah sebagai berikut:

    nextBoolean    : input tipe boolean (true atau false saja)

    nextShort    : input tipe short integer

    nextLong    : input tipe long integer

    nextFloat    : input tipe float

    nextDouble    : input tipe double
OPERATOR

  • Operator adalah simbol khusus yang menyajikan operasi khusus pada satu, dua, atau tiga operand dan kemudian mengembalikan hasilnya.
  • Operator-operator tersebut digunakan untuk membentuk ekspresi.
  • Sebuah konstanta atau entitas dengan sendirinya merupakan ekspresi, demikian juga kombinasi dari konstanta dan variabel dengan operator. Suatu ekspresi yang diikuti dengan sebuah titik koma adalah sebuah pernyataan.
OPERATOR

SifatKeteranganContoh
UnaryOperator yang hanya melibatkan 1 operand-1
BinaryOperator yang hanya melibatkan 2 operand1+2
TernaryOperator yang hanya melibatkan 3 operand1+2*2


Pada saat kita akan menggunakan operator-operator dari bahasa pemrograman Java, kita harus mengetahui terlebih dahulu operator yang mana yang mempunyai presedence yang lebih tinggi.

Operator di dalam tabel 2.1. dituliskan sesuai dengan presedence ordernya. Semakin ke bawah, maka presedence-nya lebih rendah. Operator dengan presedence yang lebih tinggi dikerjakan lebih dulu dari pada operator dengan presedence yang lebih rendah.

Operator yang ada di dalam baris yang sama mempunyai presedence yang sama. Pada saat operator dari presedence yang sama muncul di dalam ekspresi yang sama, harus diatur yang mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Semua operator biner kecuali untuk operator pemberian
dikerjakan dari kiri ke kanan. Operator pemberian dikerjakan dari kanan ke kiri.

Tabel 2.1. Precedence Operator

Operator
Precedence
Positfix
Expr++ expr-
Unary
++expr –expr +expr –expr ~!
Multiplikasi
*/ %
Aditif
+ -
Pergeseran
<< >> >>>
Relasional
< > <= >= instanceOf
Persamaan
== !=
Bitwise AND
&
Bitwise exclusive OR
^
Bitwise inclusive OR
|
Logika AND
&&
Logika OR
||
Ternary
?:
Pemberian
= += -= *= /= %= &= ^= |= <<= >>= >>>=


Operator Aritmatika

Operator
Keterangan
+
Penjumlahan (tanpa plus)
-
Pengurangan (tanpa minus)
*
Perkalian
/
Pembagian
%
Sisa pembagian


CONTOH :

  1. public class Aritmatika
  2. {
  3.     public static void main(String args[])
  4.     {
  5.     System.out.println("1 + 2 = " + (1 + 2));
  6.     System.out.println("3 * 2 = " + (3 * 2));
  7.     System.out.println("7 / 3 = " + (7 / 3));
  8.     System.out.println("3 - 2 = " + (3 - 2));
  9.     System.out.println("13% 5 = " + (13 % 5));
  10.     System.out.println("");
  11.     System.out.println("1 + 2 * 3 = " + (1 + 2 * 3));
  12.     System.out.println("1 + 2 / 2 = " + (1 + 2 / 2));
  13.     System.out.println("9 - 2 % 2 = " + (9 - 2 % 2));
  14.     }
  15. }


OUTPUT:

1 + 2 = 3

3 * 2 = 6

7 / 3 = 2

3 - 2 = 1

13% 5 = 3



1 + 2 * 3 = 7

1 + 2 / 2 = 2

9 - 2 % 2 = 9

Press any key to continue . . .



SEKUENSI

Sekuensi adalah pemrograman sederhana yang hanya dapat memecahkan masalah-masalah yang sederhana.
Masalah yang dapat diselesaikan dengan sekuensi saja biasanya hanya satu masalah kecil yang berdiri sendiri.
Pembahasan sebelumnya, sejauh ini menggunakan prinsip sekuensi. Disamping itu, pada bagian ini kita juga akan
mempelajari bagaimana membuat pseudocode sebelum implementasi ke bahasa pemrograman.
CONTOH 1:
Menghitung jumlah 2 bilangan bulat positif

Algoritma:

1. Definisikan /masukan 2 buah variabel misal A dan B
2. Definisikan variabel jumlah
3. Hitung Jumlah
4. Tampilkan hasilnya

Pseudo Code
Algoritma Jumlah
Deklarasi
        A, B : integer {input}
        Jumlah : integer {input}
Deskripsi
        Masukkan(A,B)
        Jumlah ß A+B
        Tampilkan(Jumlah)
Contoh :
  1. import java.util.Scanner;
  2. public class Jumlah
  3. {
  4.     public static void main(String args[])
  5.     {
  6.         Scanner masuk = new Scanner(System.in);
  7.         int A,B, jumlah;
  8.         System.out.print("Bilangan 1 : ");
  9.         A = masuk.nextInt();
  10.         System.out.print("Bilangan 2 : ");
  11.         B = masuk.nextInt();
  12.         jumlah = A + B;
  13.         System.out.println("Jumlah = " + jumlah);
  14.     }
  15. }
Output :

Bilangan 1 : 2
Bilangan 2 : 4
Jumlah = 6
Press any key to continue . . .

Algoritma:
  1. Definisikan/masukan variabel meter
  2. Definisikan variabel CM dan INCI
  3. Hitung konversi meter ke CM
  4. Hitung konversi meter ke INCI
  5. Tampilkan hasil CM
  6. Tampilkan hasil INCI
    Pseudo Code

    Algoritma Konversi

    Deklarasi

            m : float {input}

            cm, inci : float {output}

    Deskripsi

            Masukkan(m)

            cm ß m * 100

            inci ß m * 100/2,54

            Tampilkan (cm)

            Tampilkan(inci)
Program

  1. import java.util.Scanner;
  2. public class Konversi
  3. {
  4.     public static void main(String args[])
  5.     {
  6.     Scanner masuk = new Scanner(System.in);
  7.     float m, cm, inci;
  8.     System.out.print("Masukan ukuran dalam Meter:");
  9.     m = masuk.nextFloat();
  10.     cm = m * 100;
  11.     inci = m * 100 / 2.54f;
  12.     System.out.println("Ukuran dalam CM = " + cm);
  13.     System.out.println("Ukuran dalam Inci = " + inci);
  14.     }
  15. }


Output
Masukan ukuran dalam Meter :
50

Ukuran dalam CM = 5000
Ukuran dalam Inci = 1968.5039

 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda telah berkunjung diblog saya,,,!!!
Jangan lupa comment ya,,,!!!! U Comment I Follow!!!
comment anda sangat berarti buat kemajuan blog saya,,
Blog ini DoFollow